free hit counter code

Apa itu Gelombang Otak?

Home / Uncategorized / Apa itu Gelombang Otak?

Apa itu Gelombang Otak?

Otak terdiri dari milyaran sel otak yang disebut dengan neuron. Setiap neuron saling berkomunikasi atau menjalin hubungan dengan memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik inilah yang disebut dengan gelombang otak atau brainwave.

Gelombang otak atau brainwave inilah yang mendorong manusia untuk bisa menjalani setiap aktivitasnya dengan baik. Bahkan apabila otak sudah tidak lagi mengeluarkan gelombang otak, maka bisa dikatakan bahwa otak telah mati, karena secara otomatis, manusia yang otaknya tidak bisa menghasilkan gelombang otak, tidak akan bisa beraktivitas dengan baik. Salah satu dampak negatif ketika otak tidak bisa menghasilkan gelombang otak adalah munculnya gangguan psikologis berat, seperti stres, depresi, frustasi, tidak memiliki semangat untuk hidup dan lain-lain.

Gelombang otak atau brainwave ini bisa diukur dan diketahui frekuensinya menggunakan alat yang disebut dengan electroencephalogram (EEG). Electroencephalogram atau EEG ini mampu mendeteksi getaran, frekwensi, sinyal atau Gelombang Otak atau brainwave yang kemudian dikelompokkan kedalam beberapa kondisi kesadaran.
Hasil pengukuran dengan EEG menunjukkan bahwa gelombang otak manusia terdiri dari gelombang Delta (1-4 Hz), Theta (4-7 Hz), Alpha (8-12 Hz), Beta (12-20 Hz), High Beta (20-40 Hz) dan Gamma (40 Hz +). Pola gelombang otak atau brainwave ini akan berubah mengikuti aktivitas mental yang sedang terjadi di otak. Jadi kita bisa mengetahui apakah seseorang sedang santai, konsentrasi, bersemangat, stress, depresi atau punya gangguan mental dengan mengamati pola gelombang otaknya.

Gelombang Otak Anda Menentukan Kualitas Hidup Anda

Hasil pengukuran gelombang otak pada otak manusia yang dilakukan dengan menggunakan Tehnologi EEG, ternyata terbukti bahwa semua aktivitas yang dilakukan oleh manusia menghasilkan frekuensi gelombang otak yang berbeda-beda. Misalnya, ketika seseorang tidur, maka gelombang otak yang dihasilkan adalah Delta, sedangkan ketika seseorang sedang terjaga, maka frekuensi gelombang otak yang dihasilkan adalah Beta.
Penelitian tersebut juga membuktikan, bahwa ketika otak manusia tidak bisa menghasilkan frekuensi gelombang otak, maka akan terjadi permasalahan, seperti hilangnya konsentrasi, mudah mengalami stress, depresi, atau frustasi, tidak bisa memiliki semangat hidup, mudah terkena radiasi maupun virus, mudah terserang penyakit, dan banyak yang lainnya.

Begitu pula saat gelombang otak tidak berfungsi dengan normal,  maka akan menyebabkan munculnya berbagai permasalahan seperti munculnya gangguan tidur, kesulitan dalam berkonsentrasi, hilangnya memori, alzheimer, dimensia, munculnya kelelahan kronis dan masih banyak lagi yang lainnya.

Namun jika Anda mampu memaksimalkan kualitas gelombang otak Anda, maka Anda-pun dapat memaksimalkan potensi yang Anda miliki, meningkatkan kualitas hidup Anda dan mencapai kesuksesan hidup.

Komentar

Komentar

penyembuhan alternatif 123
penyembuhan alternatif 123
Pusat Kllinik Penyembuhan, Pengobatan Alternatif dan Kesehatan dengan Metode Herbal dan Terapi Gelombang Otak

Leave a Comment

Start typing and press Enter to search

bagaimana-terapi-gelombang-otak-bekerja